16 Subsektor Ekonomi Kreatif yang Maju Pesat di Indonesia

Subsektor Ekonomi Kreatif yang Maju Pesat di Indonesia

Sebelumnya, Indonesia memiliki ekonomi pertanian yang diikuti oleh ekonomi industri serta ekonomi informasi. Saat ini, Indonesia mempunyai ekonomi kreatif beserta 16 subsektor ekonomi kreatif. Ekonomi kreatif itu sendiri adalah sebuah kegiatan ekonomi dengan konsep yang sepenuhnya baru.

Kegiatan ekonomi ini mengintensifkan kreativitas serta informasi dengan mengandalkan pengetahuan serta ide dari para pelaku ekonomi kreatif. Aset utama dari ekonomi kreatif tidak lain adalah pengetahuan serta kreativitas.

Apa Saja 16 Subsektor dari Ekonomi Kreatif di Indonesia?

Berikut ke-16 kategori ekonomi kreatif yang sebaiknya kamu pahami sehingga kamu bisa memilih salah satu yang paling tepat dan turut memajukan perekonomian indonesia, serta tentunya membantu meningkatkan perekonomianmu sendiri.

  • Radio dan Televisi

Kedua industri ini masih memiliki peranan yang besar dalam ekonomi kreatif di Indonesia. Semakin banyak pengguna televisi berarti semakin banyak orang yang melihat tayangan iklan di televisi.

  • Seni rupa

Seni rupa berkembang dengan sangat baik di Indonesia. Art Jog, Jakarta Biennale, Jogja Biennale, serta berbagai pameran lain telah digelar dan diminati oleh banyak orang dari berbagai daerah.

  • Periklanan

Daya sebar subsektor ini merupakan yang tertinggi dibandingkan dengan subsektor yang lain. Hal ini dimungkinkan oleh sinergi dengan pemilik modal dari produk yang dipasarkan.

  • Penerbitan

Dunia penerbitan melakukan penyesuaian seiring dengan kemajuan zaman. Saat ini, majalah dan buku sudah bisa dinikmati secara digital baik offline maupun online.

  • Musik

Yang berikutnya dari ke-16 subsektor ekonomi kreatif adalah industri yang benar-benar dinamis. Aksi pembajakan sudah sangat berkurang dengan hadirnya platform yang menyediakan musik digital. Banyak platform yang memungkinkan kamu menjajakan musik karyamu dan menikmati musik lain.

  • Kuliner

Subsektor ini turut memberikan kontribusi sebesar 30 persen dari seluruh ekonomi kreatif dan sektor pariwisata. Subsektor kuliner merupakan yang paling mudah untuk dijalankan.

  • Kriya

Semua kerajinan yang terbuat dari tekstil, keramik, kaca, kulit, logam, dan kayu termasuk dalam subsektor ini. Sayangnya, masalah utama industri ini adalah permodalan dan kurangnya bahan baku. Jika kedua masalah tersebut teratasi, ekspor kriya ke negara lain akan membantu perekonomian.

  • Fotografi

Fotografi menarik minat banyak sekali anak muda di Indonesia. Tingginya minat dipengaruhi oleh kemajuan media sosial serta kamera yang tersedia dengan harga terjangkau.

  • Video, Animasi, dan Perfilman

Selain film, serial animasi mulai bermunculan di televisi Indonesia. Berita baiknya adalah animasi tersebut menggeser tayangan serial animasi dari negara-negara lain. Sayangnya, subsektor ini menghadapi permasalahan SDM, jumlah bioskop yang tidak merata, serta pembajakan film.

  • Seni Pertunjukan

Bagi kamu yang tertarik mencoba seni pertunjukan sebagai pilihan unit usaha ekonomi kreatif, pertimbangkan seni tari, ludruk, teater, atau wayang sesuai dengan ciri khas daerahmu sendiri.

  • DKV atau Desain Komunikasi Visual

Subsektor ini merupakan sebuah ilmu yang mempelajari beberapa konsep komunikasi yang memanfaatkan media visual guna mencapai sebuah tujuan tertentu.

  • Desain Interior

Jasa desainer semakin banyak digunakan dalam perencanaan interior baik hunian, perkantoran, maupun hotel. Tentunya, diperlukan pelaku kreatif dengan sertifikasi dalam sektor desain interior.

  • Fashion

Setiap tahun, tren fashion baru bermunculan seiring dengan semakin berkembangnya produktivitas serta inovasi para desainer. Daya saing fashion di tingkat dunia dewasa ini benar-benar signifikan.

  • Desain Produk

Ekonomi kreatif desain produk mengharuskan para pelaku kreatif menggabungkan unsur estetika dan fungsi guna memberikan nilai tambah suatu produk bagi masyarakat Indonesia.

  • Arsitektur

Arsitektur sanggup menonjolkan karakter budaya yang Indonesia miliki. Sayangnya, subsektor ini mengalami kendala dalam hal jumlah arsitek. Arsitek Indonesia tidak sebanding dengan jumlah penduduk yang ada di Indonesia.

  • Pengembangan Perangkat Lunak

Pengguna smartphone yang membludak di negara ini membuat industri pengembangan perangkat lunak berkembang pesat. Game dan aplikasi baru dari berbagai pengembang pun mulai bermunculan. Sayangnya, minat investasi di bidang ini masih sangat sedikit.

Ke-16 subsektor ekonomi kreatif merupakan jalan keluar yang bisa kamu pilih untuk memulai sebuah lapangan pekerjaan yang baru. Satu hal yang perlu diingat adalah memilih subsektor yang benar-benar kamu sukai sehingga kamu pun akan sepenuh hati menjalankan program apapun yang kamu pilih.

Sumber : https://www.kemenparekraf.go.id/

shares